Jumat, 30 Maret 2018

Macam macam Kampuh Jahitan


Kampuh adalah jarak antara garis pola/jahitan dan tepi potongan kain. Lebar kampuh pada tiap produk tidak sama namun disesuaikan dengan kebutuhannya. Lebar kampuh standar yang disarankan sebesar 5/8"= 1,5 cm. Lebar kampuh sebesar 5/8" cukup menyediakan kelebihan bahan antara garis jahitan dan tepi potongan kain untuk memastikan bahwa akan aman dalam memegang potongan-potongan kain yang akan digabung bersama dengan menggunakan mesin jahit.

Perlu digarisbawahi, untuk bagian tertentu seperti saku. Lebar kampuh kurang dari 5/8" atau antara 3/8" atau 1/4" (1.3 cm atau 6 mm). Hal ini dilakukan agar tidak perlu lagi mengurangi lebar kampuh setelah kegiatan menjahit. Lebarnya kampuh saku ditentukan oleh bagian pola dan petunjuk menjahit.

Macam-macam Kampuh
Untuk menyatukan bagian-bagian dari potongan kain pada pembuatan busana sisa sambungan disebut dengan kampuh. Teknik menjahit sambungan supaya hasilnya kuat, maka setiap penyambungan baik diawal ataupun diakhir tusukan harus dimatikan, agar tidak mudah lepas yaitu dengan cara menjahit mundur maju atau dengan cara mengikatkan ke dua ujung benang. Pemakaian kampuh disesuaikan dengan kegunaan yang lebih tepat. Kampuh (teknik menggabungkan) ada bermacam-macam antara lain:

1. Kampuh Buka
Kampuh buka yaitu kampuh yang tiras sambungannya terbuka/di buka. Ciri khas dari kampuh buka, hasil akhir menjahit kampuh buka dapat dilihat dengan bagian sambungannya terbuka/dibuka. Lalu kampuh dipipihkan. Cara membuatnya dengan menyatukan 2 lembar potongan kain lalu jahit mesin tepat pada garis pola. Penyelesaian tepi kampuh buka dapat diselesaikan dengan beberapa cara yaitu:
Tepi kain diselesaikan dengan setikan mesin yaitu dengan cara melipat kecil pinggiran kain lalu disetik dengan mesin sepanjang lipatan tersebut. Jenis setikan yang digunakan dapat setikan lurus atau zig-zag.
Tepi kain diselesaikan dengan obras, tiras kampuh disepanjang tepi kain diselesaikan dengan menggunakan mesin penyelesaian/obras. Penyelesaian tepi kampuh dengan cara ini pada saat sekarang banyak dipakai.
Tepi kain diselesaikan dengan rompok(dijahit dengan kain serong). Penyelesaian ini hanya dipakai untuk busana yang dibuat dari bahan/kain tebal. Kegunaanya untuk menyambungkan (menjahit) bagian-bagian sisi rok, sisi jas, sisi mantel, sisi celana, dan belakang celana.




Kegunaan kampuh buka untuk menyambungkan (menjahit) bagianbagian bahu, sisi badan, sisi rok, sisi lengan, sisi jas, sisi mantel, sisi celana, dan belakang celana.

Langkah Kerja Pembuatan Kampuh Buka
Siapkan bahan dan licinkan permukaan bahan dengan menggunakan seterika.
Gunting bahan sesuai bentuk pola sebanyak 2 lembar.
Satukan potongan bahan dengan memperhatikan bagian baik kain saling berhadapan.
Jahit kain tepat 2 cm dari tepi kain.
Pipihkan kampuh dengan menggunakan seterika dalam keadaan terbuka.
Selesaikan tepi kampuh dengan cara diobras, zig-zag, atau kain serong.

2. Kampuh Balik
Jenis kampuh ini banyak digunakan untuk menjahit kebaya dengan bahan yang tembus terang. Selain digunakan untuk menjahit kebaya dapat pula digunakan pada pakaian pesta yang terbuat dari bahan halus. Teknik menjahit kampuh balik dengan cara menjahit dua kali. Tepi kampuh balik tidak perlu diselesaikan karena sudah dijahit 2 kali.

Cara kerja menjahit kampuh balik yaitu pertama-tama dengan meletakkan potongan bahan bagian buruk menghadap bagian buruk (bagian baik) lalu jahit dari tepi kain, jika memungkinkan dibuat lebih halus/kecil, kemudian dibalik pada buruk kain dan dijahit dari bagian buruk menghadap bagian baik dengan pinggir tirasnya masuk ke dalam, hasil kampuh ini sebaiknya paling besar 0,5 cm.

Kampuh balik yang memiliki sifat kuat dan rapi digunakan untuk penyelesaian busana anak, kebaya, pakaian dalam dan sebagainya.

Langkah Kerja Pembuatan Kampuh Balik
Siapkan bahan dan licinkan permukaan bahan dengan menggunakan seterika.
Gunting bahan sesuai bentuk pola sebanyak 2 lembar.
Perhatikan untuk lebar kampuh balik sebesar 1 cm.
Kain disatukan dengan bagian buruk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar